Pendidikan Seni dinilai penting bagi perkembangan dan tumbuh kembang anak. Beberapa kompetensi maupun keahlian yang terbukti dapat berkembang dengan mendekatkan seni pada keseharian anak antara lain :
- Pengelolaan emosi: Seni menyediakan ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan emosi mereka. Seni membantu mereka mengkomunikasikan apa yang mungkin tidak bisa disampaikan dengan kata-kata, memfasilitasi kecerdasan emosional.
- Kreativitas dan Imajinasi: Terlibat dalam seni mendorong kreativitas dan pemikran imajinatif. Anak-anak belajar berpikir di luar batasan dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dengan inovatif, yang merupakan kompetensi penting di bidang apa pun.
- Keterampilan Motorik: Aktivitas seperti menggambar, melukis, dan memahat membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan koordinasi mata-tangan, yang penting untuk perkembangan anak dan menjadi bekal untuk berbagai aktivitas termasuk olahraga dan bahkan menulis.
- Pengembangan Kognitif: Seni mendorong pemikiran kritis dan pengembangan keterampilan kognitif. Ini mengharuskan anak-anak untuk membuat keputusan, menganalisa pilihan, dan memahami konsep seperti keseimbangan, kontras, dan pola.
- Pengenalan Budaya : Seni membiarkan kita menjelajah berbagai budaya dan perspektif, mendorong pemahaman, rasa kepedulian dan empati terhadap orang lain. Kita belajar menghargai keberagaman dan cerita-cerita yang berasal dari latar belakang berbeda dan memberdayakan konteks.
- Meningkatkan Kepercayaan Diri: Menyelesaikan sebuah proyek karya seni memberikan anak-anak rasa kepuasan. Ketika mereka menciptakan sesuatu, itu meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mendorong mereka untuk mengambil risiko di bidang lain dalam hidup mereka.
- Fokus dan Disiplin: Membuat seni membutuhkan konsentrasi dan kesabaran. Anak-anak belajar fokus pada tugas, menyelesaikan proyek, dan mengembangkan disiplin untuk mewujudkan ide-ide.
- Keterampilan Sosial: Seni sering kali bisa menjadi usaha kolaboratif, mempromosikan keterampilan kerja sama dan komunikasi. Proyek kelompok mendorong anak-anak untuk bekerja sama, berbagi ide, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
- Apresiasi terhadap Estetika: Dengan terlibat dalam seni, anak-anak belajar menghargai keindahan dan estetika, yang dapat mempengaruhi pemahaman mereka tentang dunia dan meningkatkan keterampilan observasi.
- Mengatasi Stres: Terlibat dalam aktivitas kreatif memberikan pengalihan dari stres dan kecemasan. Ini bisa berfungsi sebagai alat terapeutik, mendorong relaksasi dan kesehatan mental anak-anak. Salah satu studi* membuktikan bahwa dengan membuat karya seni (dalam bentuk apapun dengan media apapun) selama 45 menit dapat menurunkan level cortisol (hormon yang meningkat saat kadar stress tinggi) dalam tubuh.

Seni adalah komponen vital dalam perkembangan anak, yang menumbuhkan berbagai keterampilan intelektual, emosional, dan sosial yang berkontribusi pada pertumbuhan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Contoh-contoh kegiatan seni rupa yang mudah dilakukan di rumah antara lain mewarnai, menggambar dan melukis. Jika usia sudah lebih dari 5 tahun anak bisa diberikan tantangan lebih seperti meronce atau menjahit. Biarkan anak memilih kegiatan kesukaannya, berikan opsi sebanyak-banyaknya dan letakkan kepercayaan pada mereka.






Seni dan segala keunggulannya, tidak harus mahal. Seni lahir dari hal-hal di sekitar kita. Mengajarkan seni pada anak bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Menghargai karya seni atau arsitektur di sekitar kompleks rumah saat jalan pagi, mendiskusikan buku-buku bergambar, membiarkan anak bermain dengan warna, atau mengajak fieldtrip ke museum di dalam kota. Maka biarkan seni ada di dekat kita, dan biarkan anak-anak berproses. Ajak anak-anak beraktifitas, letakkan kertas dan pensil warna, biarkan anak menggambar sesukanya, ajak diskusi tentang arti gambarnya, dan jangan lupa apresiasi karyanya.

Leave a comment