Hangat! Adalah kata pertama yang muncul, setiap kata Matahari disebut. Sebagai manusia yang hidup di khatulistiwa, bisa merasakan hangatnya matahari sepanjang tahun buat gw adalah anugrah yang akan selalu gw syukuri setiap harinya. Oleh karena itu bisa bangun pagi dan lihat matahari terbit, serta memikmati senja hingga matahari tenggelam akan selalu jadi kenikmatan yang gw nantikan setiap harinya. Bukan cuma menikmati visualnya tapi juga kehangatan yang dihadirkan sama matahari itu sendiri.
Bagaimanapun juga gw punya momen matahari terbit dan matahari tenggelam yang sampe saat ini kalau lagi stress suka gw kunjungi kembali, cukup dengan tutup mata, tarik nafas dan berusaha kembali lewat ingatan sebisanya.
- Matahari terbit di putuk setumbu Jogjakarta, 2018. Merupakan matahari terbit yang gw nikmati setelah sekian lama ga pergi trekking karena kesibukan pekerjaan dan kenikmatan parenting. Yang bikin matahari terbit ini special banyak banget, mulai dari perjuangannya yang memerlukan bangun jam 3 pagi terus jalan ke titik tertinggi, pemandangan sunrisenya yang perlahan muncul dan menerangi sela-sela candi borobudur, serta sahabat terbaik yaitu suami yang gw tau dia pasti senengan tidur tapi bela-belain nemenin gw nikmatin sunrise ini. Tambahan lagi karena setelah sunrise nya kita pun dapet waktu buat ngobrol pagi-pagi berdua sambil nikmati wedang jahe dan kopi dengan pemandangan spektakuler. Ga akan lupa momen ini, begitu dapet signal udah banyak pesan dari mama dan papa yang kita titipin 2 anak, katanya dicariin dan disuruh pulang 🙂 di titik itu ga henti2nya merasa bersyukur masih punya papa mama yg bisa dititipin 2 anak kecil yg pasti bgitu bangun kelaparan minta makan. Banyak banget refleksinya dari trip lihat sunrise ini, mungkin juga karena dibarengin dengan waktunya yg bertepatan sama tahun baru.



- Matahari terbit yang dinikmati habis begadang semaleman di studio arsitektur ITB, 2006-2010. Pastinya banyak efek yang bikin momennya spesial, karena malemnya habis berjuang sama temen2 nyelesein tugas dan project yang beda2, ataupun gara2 kelamaan main. Perlu diketahui bahwa sebagai mahasiswa arsitektur pada masa itu kita bebas dekor ruangan studio kita kaya apa. Jelas ada tempat tidur yang giliran kita pake buat rebahan sengaja supaya saling bangunin untuk lanjut ngerjain tugas. Sunrisenya bener2 cantik karena cahayanya pelan2 masuk ke relung2 studio kami yang berdiri di gedung tua yg dibangun jaman belanda dan mataharinya terbit dari sela2 jendela, masterplan kampus yang juga gemes bgt bisa lihat gunung tangkuban perahu yang jadi sumbu kampus kami juga bisa kelihatan dengan keluar sedikit dari gedung arsitektur. Yang bikin spesial tentunya tempatnya yang penuh kenangan dan sejarah, lalu momen2 kepanikan pagi2 karena ada yg belum selesai atau muka2 pasrah yang udah ga akan bisa ngejar deadline, tapi terlebih adalah momen pernah susah bareng2nya, canda guraunya dan kebersamaannya dalam menghadapi tekanan yang akan datang bertubi-tubi juga setelah mataharinya makin terang. Yang ini ya ga ada fotonya, selain juga karena selalu ga layak pemandangan studio yang berantakan dan dulu handphone nya masih blackberry yang kameranya juga biasa aja, jadi ga rajin foto2.
- Matahari terbenam di Tanjung Ampana, Sulawesi Tengah, 2010. Berhasil jadi profile picture email terlama sampe sekarang, dan setiap lihat fotonya bener2 bikin gw senyum dan tenang. Sunset ini special karena gw nikmatinnya dari atas kapal, bukan kapal mewah, kapal nelayan biasa, gw cukup inget momennya gw ber-empat sama adhadi, bang john dan bapak nelayan di kapal, ga ada satupun yang ga fokus ngeliat sunsetnya. Efek suara air dengan sedikit ombak juga mungkin berperan bikin hati gw super tenang. Tapi sejujurnya di trip lihat sunset ini klimaksnya bukan di situ, haha. Setelah sunset tentu kita tahu bahwa langit akan jadi gelap ya, kami di atas kapal kecil dengan motor ini sebenernya mau jalan menuju area api alam di pulau ga jauh dari tanjung ampana. Momennya malem supaya kelihatan jelas api biru keluar dari tanah hanya dengan cara kita serok sedikit permukaannya. Takjubnya bukan main, warga sini pasti seneng bisa masak tanpa arang dan ga perlu kompor gas. Momen pulang dari pulau inilah horornya dimulai, gw ga akan lupa betapa gelapnya malam hari di tengah laut Sulawesi. Kami melanjutkan perjalanan kembali dengan kapal bermodalkan lampu minyak, pengalaman bapak nelayan, dan rasi bintang utara sebagai petunjuk. “Mba lihat bintang yg paling terang itu? Nah itu bintang utara. Kalau tersesat pakai dia buat jadi penunjuk arah” ujar bapak nelayan. Takjub berlipat ganda juga karena bintang bermunculan semakin banyak semakin malam dan betapa terangnya bintang utara sampai bisa jadi pengganti google maps. Berakhir dengan sampai di penginapan dengan selamat, tapi moral of the story nya adalah there is no such a thing as a free lunch. Perjuangan banget dapetin momen sunrise secantik itu tambah lagi lihat api alam, tapi perjalanan yg di tempuh memang bikin deg2an setengah mati.



- 2023, Matahari terbenam yang dilihat dari atas pesawat terbang Lion Air yang terlambat 1 setengah jam dari Bali menuju Kulonprogo. Kenapa pakai Lion Air? Karena udah ga ada flight lain dengan rute ini di jam ini. Kenapa berkesan? Jujur waktu delay gw bt banget, karena gw udah buru2 dan ngorbanin 1 meeting yg gw tinggal di Bali untuk ngejar pesawat terakhir ke Kulon Progo ini, besok paginya gw ada acara di salah satu perguruan tinggi negri di Jogja, tapi kekesalan gw sirna karena gw malah berhasil lihat sunset dari atas awan dari atas Laut Jawa dsri ketinggian 34,000 kaki, dengan kecepatan 860km/jam. Mataharinya ga benar2 kelihatan karena pesawatnya mengarah ke Barat, tapi gw berhasil mendapatkan pemandangan yang hangat banget dimana batas awan menghasilkan kontras dengan cahaya matahari yang sudah akan tenggelam. Cantik. Dan mengingatkan kembali bahwa bahagia itu sederhana, kesel ga perlu dipendam lama-lama karena ga ada gunanya juga protes sama maskapai ini. Di perjalanan ini pun di atas pesawat gw ga henti2nya merasa bersyukur, bahwa tim yg gw tinggal di Bali, maupun tim yg gw samperin di Jogja, masing2 udah sangat mandiri mempersiapkan yang perlu disiapkan maupun mengerjakan yang perlu dikerjakan. Kenyamanan yang gw dapatkan dari temen2 kantor yang bisa mengandalkan satu sama lain adalah salah satu nikmat yang membuat cita-cita kita ini bener2 perlu dipertahankan dan diperjuangkan.


- Matahari terbenam di Amber Fort, India, 2012. India sejauh ini tetap jadi negara terindah yang pernah gw kunjungi. Mungkin juga karena dari kecil kagum banget Taj Mahal di buku 7 keajaiban dunia, ditambah lagi karena baca Mahabarata. Hahahhaha. Perjalanan backpacking gw berdurasi 2 minggu, ambil cuti saat masih single, dengan pesawat diskonan airasia. Nekat terbang sendiri, di sana ada temen yg trip bareng dan hubungin temen2 PPI yang pastinya mau nemenin kita jalan dibayar pake titipan indomie dari Jakarta. Amber Fort ini adalah satu dari banyaknya tujuan gw di hari itu, karena ikut tur dari dinas pariwisata sana, pakai bus tanpa AC (untung lagi dingin), jadi pasrah aja mau dibawa kemana aja, gw yakin semua tempatnya bersejarah dan cantik. Salah satu tujuan terakhir kita adalah ke Amber Fort ini, tempatnya di bukit (kurang lebih perasaan tegangnya kaya naik bus di kelok 9 nya Padang ke Bukitting lah, naik2 dan belok-belok). Begitu sampai kita disuguhkan sama Istana yang terletak dalam benteng kokoh dan tinggi. Seperti bangunan-bangunan India lainnya, area yang ada ditata berdasarkan tingkat privacy, security dan kasta. Terdapat taman, gapura dan ruangan berlapis-lapis dengan pemandangan ke seluruh penjuru tebing, termasuk ke Danau Maota. Sunset di sini pastinya cantik luar biasa karena pemandangan ini mungkin dulu hanya terbatas untuk para pengabdi istana dan keluarga kerajaan.


- Matahari terbenam di Jumeirah, Dubai 2022. Pertama kalinya kita ke UAE, tertunda 3 tahun nengokin adik yang tinggal di sana karena pandemi. Kita sempet tinggal di area Jumeirah dan pemandangan balkonnya langsung ke port. Tapi yang seru memang pas kita lagi di pantai, karena baru sadar, matahari terbenam di Dubai ga pernah sampe ke garis batas laut dan langit, mungkin karena pasir2nya yang bikin mataharinya keburu hilang sebelum posisinya turun. Seru juga kita sambil naik kapal yang di kayuh kaya sepeda rame-rame. Perlu banget diulang 🙂



- Matahari terbenam di Kiyomizudera, Kyoto, Jepang 2023. Tripnya dadakan jadi itinerary juga dibuat detail dan sengaja mau ke sini lagi setelah terakhir di 2014 berdua sama Yukka. Ga sengaja juga datengnya sore karena kita paginya ke Kyoto Railway Museum dulu. Seneng banget nikmatin senjanya di sini walaupun buat gw dingin banget udaranya dan berangin. Tapi anak-anak dan suami yang badannya pada lebih tebel bisa menikmati, jadi ikut senyum. Karena lokasinya cukup di atas, maka mataharinya cantik dan jelas banget, bisa lihat kota Kyoto juga dari atas.



Kebanyakan momen matahari terbit dan tenggelam favorit memang di perjalanan, tapi yang dinikmati di rumah sambil main atau peluk anak-anak juga ga kalah menyenangkannya. Buat gw melihat senja dan matahari tenggelam rasanya sama nikmatnya dengan melihat matahari terbit, walau kesimpulan gw sementara kayanya seru ngeliat matahari terbit di gunung dan matahari terbenam di laut. Tapi paham juga pasti temen-temen ada yang tim sunrise dan ada tim sunset. Kamu tim apa?

Leave a comment