Radinka Qiera

Belajar Lewat Tangga

Dalam kreasinya diperuntukan sebagai media penghubung, dari lantai 1 ke lantai 2, atau dari atas turun ke bawah. Tangga yang sehari harinya berfungsi sebagai fitur penting dalam sebuah bangunan kadang sering disepelekan atau dikorbankan peletakan dan ukurannya dari segi ergonomis. Tapi bangunan2 publik bahkan privat yang berhasil menggunakan tangga sebagai fitur utamanya justru meninggalkan kesan mendalam.

foto2 probadi dari galeri handphone <ki-ka>

  1. Nara di Kowloon Park, bagian-bagian vertikal dari anak tangga yang digambar sehingga dari sudut pandang tertentu menghasilkan memang jadi andalan ruang-ruang publik, dan salah satu bentuk transformasi simple yang bisa dilakukan untuk menghidupkan tangga pada ruang terbuka.
  2. Nara dan Shaka nunggu mama belanja makanan di Pos Blok, penggabungan tangga dengan amphitheater cocok buat area2 yang berkaitan dengan pementasan, seni, dan pertunjukan. Tapi di ruang publik manapun rasanya ini bisa diterapkan. Seringkali area bawahnya dijadikan area penyimpanan
  3. Salah satu tempat minum kopi bersejarah di Cikini, Bakoel Koffie. Bangunannya aja yang udah tua ini bikin makin unik, tangganya kecil tapi di kanan kirinya ada lukisan-lukisan dan artwork yang bisa dinikmati selagi naik tangga. Nah untuk penerapan kaya gini emang penting bgt ada railing. supaya lagi bengong liatin artwork sambil naik ga jatoh kan ya https://www.bakoelkoffie.com/
  4. Children’s Library Abu Dhabi. Dari gambar aja udah keliatan betapa serunya tangga sekaligus tempat duduknya. Bisa di lihat juga anak-anak jadi punya opsi untuk cepet-cepet naik karena udah ga sabar lihat buku-buku lain di atas kaya Nara di sebelah kanan, atau mau naik manjat-manjat sambil main di undakan yang jarak untuk naiknya agak tinggi-tinggi kaya Shaka di sebelah kiri. Sama kaya pembelajaran yang intinya personalisasi, desain ini juga bisa kasih variasi buat anak-anak.

Bagaimana penggunaan tangga di Sekolah?

Kalau di sekolah penggunaan tangga yang bagus justru dapat berfungsi lebih dari hanya sekedar moda naik dan turun saja. Tapi bisa menjadi area multifungsi, sebagai tempat diskusi, sebagai panggung untuk performance, dan sebagai media diskusi kelompok sebagai awal dari kolaborasi yang menghasilkan ide ide gemilang.

Selalu percaya bahwa desain dan lingkungan erat kaitannya dengan perilaku, karakter dan cara belajar. Sehingga tangga sebagai media ajar yang terintegrasi dengan perilaku juga erat kaitannya dengan sekolah.

<kiri : salah satu usaha mencoba membuat matematika terutama perkalian ga jadi horror buat anak-anak> <kanan : kadang kita suka lupa pengguna bangunan ga hanya orang dewasa, anak-anak juga. Dengan adanya double railing kaya gini juga melatih salah satu kompetensi yang paling penting yaitu kemandirian. source : https://id.pinterest.com/meidylinasigiro/stairs-school-design/

Buat 2 kasus di atas ini adalah beberapa contoh penanda. Untuk bangunan yang banyak lantainya atau yang terlalu besar kadang orang suka bingung ini di lantai berapa atau kita lagi di bagian mana. Tangga sebagai media penghubung antai level juga bisa terintegrasi jadi pengingat bahwa kita di lantai tertentu. Di sebelah kiri ditandai dengan tulisan di setiap penghujung anak tangga terakhir, dan di contoh gambar sebelah kanan dengan warna sebagai pengingat. source : https://id.pinterest.com/meidylinasigiro/stairs-school-design/

“Dari tadi yang diliatin bagus2 banget tapi kan mahal, bikinnya aja jadi harus rombak bangunan”

Kreativitas tumbuh dari keterbatasan. Coba lihat contoh di bawah ini ya.

Di Sekolah Murid Merdeka (SMM) kami biasa membuat sesuatu di tangga, ada salah satu bentuk dekorasi yg suka kita ganti2 juga, foto di atas contohnya di SMM Jeruk Purut dan SMM Grogol)

  • Instrumen2 belajar yg tematik berdasarkan pembelajaran di semester atau term tersebut
  • Values atau kompetensi dasar yang penting untuk diinternalisasi tidak hanya untuk murid, tapi juga guru dan orangtua

Selain itu bisa dilihat pemanfaatan sederhana tangga pada contoh di gambar ini <kiri : sebelum renovasi, tengah : proses renovasi, kanan : sesudah renovasi> merupakan salah satu kolaborasi Sekolah Murid Merdeka dengan PT Pos Properti terbaru di Sekolah Murid Merdeka Grogol, Jakarta Barat https://goo.gl/maps/8iac5hGKLyUBRHho8. Tangga pada bangunan yang sudah lama berdiri ini diletakkan di luar, mungkin sebagai respon dari lokasinya yang letaknya di sudut persimpangan jalan (hook). Pada tangga sejenis ini yang bahkan menjadi fitur utama bangunan, railingnya dapat berfungsi sebagai media promosi saat meletakkan logo brand sekaligus agar memudahkan orangtua mencari/ mengenali sekolah.

Kalau lagi sepi, kadang gw sering naik tangga sambil bacain setiap tulisan di tiap anak tangga, bantu kita untuk berhenti sejenak dan berpikir lebih dalam akan makna dan arti dari setiap kata. Buat anak2 mungkin sekali lewat lalu diingat, tapi harapannya dapat memantik percakapan baik di kelas bersama teman dan guru, maupun di rumah bersama orangtua dan keluarga.


Posted

in

by

Comments

Leave a comment